Fabio Quartararo Tak Kuasa Menahan Tangis Usai Gagal Finis di MotoGP Inggris 2025

Fabio Quartararo Tak Kuasa Menahan Tangis Usai Gagal Finis di MotoGP Inggris 2025 – MotoGP Inggris 2025 di Sirkuit Silverstone menjadi salah satu balapan paling dramatis musim ini. Fabio Quartararo, pembalap Monster Energy Yamaha, mengalami nasib buruk setelah memimpin balapan selama lebih dari setengah race. Sayangnya, masalah teknis pada motornya membuatnya harus menepi dan kehilangan peluang besar untuk meraih kemenangan. Kesedihan yang mendalam membuat Quartararo tak kuasa menahan tangis, baik di lintasan maupun dalam konferensi pers setelah balapan.

Jalannya Balapan: Dari Dominasi Hingga Kegagalan

Awal yang Menjanjikan

Fabio Quartararo memulai balapan dengan sangat baik setelah berhasil merebut pole position. Sejak awal, ia menunjukkan performa luar biasa dengan memimpin balapan dan membuka jarak hingga 5 detik dari para pesaingnya. Keunggulan ini semakin memperkuat harapan Yamaha untuk meraih kemenangan di Silverstone.

Insiden yang Mengubah Segalanya

Namun, harapan Quartararo sirna di lap ke-12, ketika motornya mengalami masalah teknis pada ride height device yang terkunci dan tidak kembali ke posisi normal. Akibatnya, ia kehilangan kendali atas motornya dan harus menepi, mengakhiri balapan lebih awal. Posisi terdepan yang sebelumnya dikuasainya akhirnya diambil alih oleh Marco Bezzecchi, yang keluar sebagai pemenang.

Kesedihan Quartararo: Tangisan di Lintasan dan Konferensi Pers

Momen Emosional di Pinggir Lintasan

Setelah menepi, Quartararo terlihat sangat terpukul. Ia bahkan bersujud dan menangis di pinggir lintasan, menunjukkan betapa besar kekecewaannya atas insiden tersebut. Rekan-rekannya berusaha menenangkan, tetapi kesedihan tetap terlihat jelas di wajahnya.

Konferensi Pers yang Penuh Emosi

Dalam konferensi pers setelah balapan, Quartararo kembali tak kuasa menahan Spaceman Slot tangis saat menjelaskan kejadian yang menimpanya. Ia sempat terdiam beberapa saat sebelum akhirnya berhasil melanjutkan wawancara dengan suara yang bergetar. “Tentu saja ini memberi saya harapan, tetapi yang terjadi hari ini benar-benar buruk,” ujarnya dengan penuh kekecewaan.

Dukungan dari Rekan Pembalap

Marc Marquez Pasang Badan untuk Quartararo

Marc Marquez, yang finis di posisi ketiga, memberikan dukungan moral kepada Quartararo. Ia menyebut bahwa Quartararo adalah pembalap terbaik di Silverstone, terlepas dari masalah teknis yang dialaminya. “Bagi saya, pembalap terbaik hari ini adalah Quartararo. Dia memimpin dengan selisih yang lebar sebelum mendapat masalah,” ujar Marquez dalam wawancara setelah balapan.

Harapan untuk Balapan Berikutnya

Meskipun mengalami kegagalan di MotoGP Inggris, Quartararo Mahjong Ways tetap optimis dengan performa Yamaha yang semakin membaik. Ia berharap bisa bangkit di MotoGP Aragon 2025, yang akan digelar di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol, pada 6-8 Juni 2025. Dengan semangat yang masih membara, Quartararo bertekad untuk kembali ke podium dan membuktikan bahwa ia masih menjadi salah satu pembalap terbaik di MotoGP.

Kesimpulan

MotoGP Inggris 2025 menjadi salah satu balapan paling emosional bagi Fabio Quartararo. Dari dominasi awal hingga kegagalan akibat masalah teknis, ia mengalami roller coaster emosi yang luar biasa. Tangisannya di lintasan dan konferensi pers menunjukkan betapa besar ambisinya untuk menang. Kini, semua mata tertuju pada MotoGP Aragon, di mana Quartararo akan berusaha bangkit dan kembali bersaing di puncak klasemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *